PENAJAM – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menyiapkan langkah antisipasi terhadap potensi peningkatan konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi, khususnya jenis solar.
Salah satunya dengan mengusulkan tambahan kuota hampir 2.000 kiloliter (KL).
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Kabupaten PPU, Hadi Saputro, mengatakan secara keseluruhan kuota BBM subsidi tingkat kabupaten masih mencukupi. Namun, peningkatan kebutuhan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) membuat penyesuaian kuota perlu dilakukan.
“Secara kabupaten sebenarnya masih cukup. Hanya ternyata kalau kita hitung kuota per masing-masing SPBU, untuk SPBU Penajam ini kuota bulanannya besar sendiri,” ujarnya, Jumat (11/9/2026)
Hadi menjelaskan, usulan tambahan kuota tersebut berkaitan dengan adanya peningkatan penggunaan BBM subsidi di lapangan. Pemerintah daerah kemudian melakukan perhitungan kebutuhan sebagai dasar pengajuan tambahan pasokan.
“Kemarin kita sudah estimasi dengan peningkatan pemakaian BBM bersubsidi, khususnya solar. Jadi kemarin kita ada tambahan usulan dan ini sudah dalam proses usulannya,” lanjutnya.
Dari hasil penghitungan tersebut, tambahan kuota solar subsidi yang diajukan pemerintah daerah mencapai hampir 2.000 KL.
Pengajuan itu dilakukan melalui mekanisme yang berlaku dan masih membutuhkan proses persetujuan.
“Sudah kita buatkan penambahan hampir sekitar kurang lebih 2.000 kiloliter,” katanya.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mengantisipasi kebutuhan BBM subsidi yang terus meningkat di sejumlah wilayah PPU. Sebelumnya, antrean kendaraan di SPBU juga sempat menjadi perhatian, salah satunya di SPBU Km 9 Nipah-Nipah pada Juli 2026.
Saat itu, antrean panjang terjadi seiring meningkatnya peminat Pertalite dan Biosolar. Kondisi tersebut turut menjadi gambaran adanya peningkatan kebutuhan BBM subsidi di tingkat masyarakat.
Dengan adanya usulan tambahan kuota, Pemkab PPU kini menunggu proses pengajuan tersebut agar kebutuhan solar subsidi di sejumlah SPBU dapat disesuaikan dengan tingkat konsumsi di lapangan. (Adv)