Kuota BBM SPBU dengan Serapan Rendah di PPU Berpeluang Dialihkan

Rq | 11 September 2026, 15:28 | 325 kali dibaca
Kuota BBM SPBU dengan Serapan Rendah di PPU Berpeluang Dialihkan

Bagikan Artikel Ini

• • •

PENAJAM – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) membuka peluang pengalihan kuota BBM bersubsidi dari SPBU dengan tingkat penyerapan rendah ke SPBU yang kebutuhan BBM-nya lebih tinggi.

 

Skema tersebut disiapkan untuk mengoptimalkan pemanfaatan kuota BBM bersubsidi yang telah dialokasikan di tingkat kabupaten.

 

Dengan demikian, sisa kuota di SPBU yang diperkirakan tidak terserap seluruhnya dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan di SPBU lain.

 

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Kabupaten PPU, Hadi Saputro, mengatakan evaluasi distribusi kuota perlu melihat kondisi seluruh SPBU, bukan hanya kebutuhan pada satu lokasi.

 

“Karena kita lihat bukan hanya per SPBU, tapi kuota kabupaten. Misalnya kuota Nipah-Nipah besar, kalau daerah lain masih agak besar, kita bisa narik sedikit dari sana. Kuota tinggal kita atur,” ujarnya, Jumat (11/9/2026).

 

Menurut Hadi, pengaturan tersebut dapat dilakukan dengan melihat tingkat penyerapan kuota masing-masing SPBU. SPBU yang memiliki serapan rendah berpotensi memiliki sisa kuota yang dapat dialihkan untuk memenuhi kebutuhan di lokasi dengan konsumsi lebih tinggi.

 

Ia mencontohkan kondisi di SPBU Sotek yang memiliki kuota sekitar 1.000 KL. Apabila hingga periode tertentu baru terserap sekitar 400 KL, pemerintah dapat menghitung kembali potensi sisa kuota yang tidak akan terserap hingga akhir tahun.

 

“Misalnya kuota Sotek dari 1.000 terpakai 400. Kalau dihitung sampai Desember paling habisnya tidak sampai berapa persen, baru 30 persen. Nah, sisanya bisa diambil, digeser,” jelasnya.

 

Rencana tersebut nantinya membutuhkan koordinasi dengan PT Pertamina Patra Niaga. Pemetaan konsumsi di setiap SPBU akan menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan kemungkinan pengaturan ulang kuota.

 

“Ini yang kita harapkan nanti dengan Patra untuk bisa mengatur mana yang pemakaiannya besar dan pemakaiannya sedikit,” pungkasnya. (Adv)

Reaksi Anda:

Komentar (0)