Rumput Laut Sango-Sango Babulu Laut Didorong Naik Kelas

Rq | 02 Oktober 2026, 10:48 | 171 kali dibaca
Rumput Laut Sango-Sango Babulu Laut Didorong Naik Kelas

Bagikan Artikel Ini

• • •

PENAJAM - Budidaya rumput laut jenis gracilaria atau yang dikenal masyarakat sebagai sango-sango terus berkembang di Desa Babulu Laut, Kecamatan Babulu, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).

 

Komoditas tersebut bahkan mulai bergeser dari usaha sampingan menjadi salah satu sumber penghasilan utama pembudidaya tambak.

 

Kepala Dinas Perikanan PPU, Andi Trasodiharto, mengatakan hampir seluruh tambak di Babulu Laut telah memanfaatkan lahannya untuk membudidayakan rumput laut sango-sango.

 

“Produksi rumput laut kita kurang lebih 9.000 ton. Jumlah pembudidaya kelompok kita 35 kelompok dengan rata-rata per kelompok 10 orang anggotanya,” ujarnya, Jumat (2/10/2026).

 

Ia mengatakan rumput laut tersebut sebelumnya lebih banyak dikembangkan sebagai produk sampingan dari tambak yang juga digunakan untuk budidaya bandeng dan udang.

 

“Berawal dari usaha sampingan, rumput laut itu sekarang menjadi usaha pokok. Jadi termasuk salah satunya bisa diakumulasi atau bisa ditebar bersamaan dengan bibit udang dan bandeng,” ujarnya.

 

Potensi tersebut juga telah tercatat dalam data lain. Pada 2026, produksi rumput laut gracilaria PPU disebut mencapai sekitar 9.000 ton per tahun dari tambak produktif yang sebagian besar berada di wilayah Babulu dan Penajam.

 

Andi mengatakan hasil rumput laut PPU selama ini dipasarkan hingga wilayah Sulawesi dan Surabaya. Namun, pemerintah daerah ingin agar komoditas tersebut tidak hanya dijual dalam bentuk rumput laut kering.

 

“Harapan kami juga nanti bisa dipanen, dikeringkan, dikemas, atau mungkin nanti dibuat tepung sehingga langsung pasarnya bisa mendapatkan harga yang lebih mahal,” katanya.

 

Untuk mewujudkan hal tersebut, Dinas Perikanan PPU berencana membuat demplot budidaya rumput laut di lahan masyarakat Babulu Laut. Program tersebut akan melibatkan pemerintah daerah dan akademisi dari Universitas Mulawarman.

 

“Kami akan coba melakukan demplot rumput laut khususnya untuk yang di tambak dalam rangka bagaimana rumput laut yang punya potensi di Babulu Laut ini bisa kita kembangkan lagi dengan lebih besar,” jelas Andi.

 

Selain meningkatkan produksi, demplot tersebut akan diarahkan untuk menguji kualitas bibit dan pola budidaya hingga pascapanen.

 

“Kita coba datangkan bibit unggul yang nanti bisa dikembangkan dengan hasil yang maksimal,” pungkasnya. (Adv)

Reaksi Anda:

Komentar (0)