PENAJAM – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mendorong penerapan pertanian modern melalui program PM-AAS sebagai salah satu strategi meningkatkan hasil panen padi.
Pendekatan tersebut diarahkan agar peningkatan produksi dapat dilakukan melalui optimalisasi pengelolaan lahan yang sudah dimanfaatkan masyarakat.
Bupati PPU Mudyat Noor mengatakan program PM-AAS diharapkan mampu memberikan peningkatan produksi padi secara signifikan. Pengalaman yang ia dapatkan saat mengikuti kegiatan terkait program tersebut di Malang menunjukkan adanya daerah yang mengalami kenaikan hasil produksi setelah menerapkan metode PM-AAS.
“Untuk peningkatan produksi PM-AAS kita, karena ketika saya ikut acara di Malang itu peningkatan produksi pada itu rata-rata meningkat, ada yang 5 ton, ada yang 7 ton. Ini memang peningkatannya luar biasa,” ujarnya, Rabu (30/9/2026).
Menurut Mudyat, capaian tersebut menjadi gambaran potensi yang dapat dikembangkan di PPU. Pemerintah daerah berharap penerapan PM-AAS mampu memberikan dampak terhadap produktivitas padi yang selama ini dihasilkan petani.
“Dengan pelaksanaan bagaimana pemenuhan peningkatan produksi padi yang ditanam masyarakat saat ini, upaya luar biasa,” ujarnya.
Berdasarkan data Dinas Pertanian PPU, penerapan PM-AAS diarahkan untuk mendorong produktivitas padi dari kisaran 3–4 ton per hektare menjadi sedikitnya sekitar 5 ton per hektare. Sementara itu, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur sebelumnya menargetkan produktivitas melalui program tersebut dapat mencapai 6–7 ton per hektare.
Target peningkatan tersebut membuat program PM-AAS tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga pada penerapan metode pertanian yang lebih optimal. Dengan produktivitas yang lebih tinggi, lahan pertanian yang ada diharapkan mampu menghasilkan produksi yang lebih besar.
Mudyat juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pertanian, Dinas Pertanian PPU serta para penyuluh pertanian yang telah berkontribusi dalam pengusulan dan pendampingan pelaksanaan program PM-AAS.
“Memberikan apresiasi kepada Kementan juga kontribusi dari teman-teman Dinas Pertanian, kawan-kawan PPL,” pungkasnya. (adv)